Senin, 04 Juli 2011

Sageru Pung Sadap


Orang bilang mulut Ambon pung sadap, colo angka colo poro bibi tabala..
Sapa yang colo angka colo?.
Kal ikan bubara deng gete-gete bakar akang sama-sama tadudu di atas lesa.
Gete-gete tingal nama, sakali parop abis par kutok.
Untung di nama hilang balanja, gete-gete seng pung kepeng.

Bubara jadi maniso par gete-gete bukang di labuang Ambon saja,
akang tabawa sampe di kintal Ambon..
Ikan makang ikan, orang pung piring isi koyabu manjiling tampias baringing akang.
Seng makang jadi mampos, seng ada pilihan makang akang pung sisa jua mampos.!!
Rumpu dapa injang raci-raci….
Sapa pung kaki?

Sageru manis pait, katong minong sama-sama..
Bilang mabo, seng jua cuma sabotol..
Jhony Waker pung gengsi biking tampa dudu jadi beda..
Bilang mabo, seng jua cuma sabotol..
Mar kal ada yang mabo, sageru masu bui..

Sioo…. Dunia ini akang su virkan, seng bontal lai.
Akang pung tabiat su tabula-bale iko hadrak orang karas,
Gete-gete cuma jadi nonai ikang bubara..
Mau bilang seng pung nyali?
Gete-gete mau bataria par sapa?
Seng bisa nai klas, kalo labe pica mulu.

Mangkali ada tsunami…
Sio, mangkali ada tsunami jua…
kal mampos pi di kerko sama-sama…
Itu yang gete-gete pikir,
Gete-gete mau biking natsar..

Sebab mau panggel konco-konco?
paleng-paleng Lompa yang datang..
Paleng-paleng Gosau deng Make yang datang mau tulung gete-gete pung susah..
Susah mau tulung susah, dong samua klas nonai.
Laste dong berdoa minta tsunami, bubara seng pernah barobah. 

Sumber :J.Patiasina dalam Tradisi Maluku

Kamis, 16 Juni 2011

Ketika BAMABETI di Musim Penghujan

Saat Bameti
Secara geografis negeri Itawaka berada di ujung timur Pulau Saparua kabupaten Maluku Tengah dan diperkirakan hampir sebagain besar masyarakat adalah nelayan dan petani. Kesesuaian mata pencarian negeri itawaka terkadang dipengaruhi oleh keadaan alam. Dimana bila kondisi alam dalam hal ini musim kemarau, maka sebagian masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mencari ikan,dan ketika musim penghujan akan bertani, namun semua ini akan disesuaikan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.
Karena itu, tidak heran jika negeri yang terletak di Ujung Timur Pulau Saparua ini banyak ditemukan perahu maupun body ketinting yang berjejer di sepanjang pantai. Perahu-perahu dengan beragam corak dan warna tersebut sengaja ditambatkan di sepanjang pantai. Jika cuaca bersahabat dan musim menangkap ikan tiba maka perahu-perahu itu pun turun ke laut mencari ikan. Sebaliknya, jika cuaca buruk maka para nelayan tidak turun ke laut. Jika dipaksakan tidak hanya mendatangkan kerugian tetapi juga dapat mengancam keselamatan. 



Saat ini walau cuaca yang kurang baik dengan tingkat curah hujan yang tinggi, namun tidak menyulut kebutuhan hidup masyarakat yang harus dipenuhi. Ini dapat dilihat dengan antusias masyarakat untuk mencari ikan atau sejenisnya, mengingat tidak ada para nelayan yang pergi melaut. Dari informasi yang diperoleh ada beberapa hal yang dilakukan seperti, mencari biota laut sejenis kerang (BIA) di dusun Wasa desa Porto dan sepanjang pantai negeri itawaka, melakukan aktifitas penyelaman, maupun menggali jenis biota yang lain (Sesia) atau yang sering dinamakan BAMETI. Ini adalah kegiatan rutin selama musim penghujan dan ini disesuaikan dengan kondisi air laut yang surut. Dari kegiatan ini ada mempunyai nilai tersendiri dimana hampir sebagain masyarakat itawaka dari pukul 13:30 wit sampai 23.30 wit berada di pesisir pantai dan sangat ramai.
Biota Laut Sejenis Kerang (BIA)
Seasia
Aktifitas Bameti bukan saja dilakukan oleh orang dewasa tetapi turut diikuti oleh anak-anak. Menurut salah seorang nelayan (Bombo) 37 tahun bahwa musim penghujan sangat mempengharui Ia selaku nelayan dalam melakukan aktifitas di laut, sehingga ketika musim penghujan di tahun ini, ia mengangkat perahu/body ketintingnya untuk melakukan perawatan seperti menampal pada tempat yang bocor, mengecatnya agar lebih awet dan memperbaiki mesin serta alat tangkap lainnya.......

Ade2 Sektor Imanuel iko Bameti

SALAMAT BAMETI BASUDARA SAMUA !!!!!!!!


Minggu, 05 Juni 2011

Pembagian Beras Raskin dI Itawaka

Kantor Negeri Itawaka
Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Maluku menerima distribusi stok beras miskin (raskin) sebanyak 7.800 ton untuk disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Maluku. 7.800 ton raskin ini sudah tiba pada Senin (28/3) dan akan disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Maluku untuk jatah tahun 2011," kata Kepala Bulog Maluku, Ramli Hasan, di Ambon, Kamis.

Menurutnya, beras raskin yang ke Maluku merupakan beras impor dari Vietnam. Hingga saat ini sudah 12.000 ribu ton raskin yang diimpor dari Vietnam ke daerah ini. Sebelumnya Maluku menerima stok beras dari Sulawesi selatan, namun faktor cuaca menyebabkan penurunan hasil produksi sehingga harus diimpor dari Vietnam," katanya. 



Rabu, 16 Maret 2011

Rencana Pembangunan Rumah Adat Negeri Itawaka

Suasana Rapat 13 Maret 2010
Dalam masa jabatan L. F. Wattimena yang tertuang dalam visi dan misi dalam pembangunan Negeri itawaka diantaranya adalah pembangunan Rumah Adat. Dalam kesepakatan bersama Masyarakat Itawaka dan ke 31 Dati (yang MEMILIKI HAK TIANG) pada tanggal 20 Februari dan 13 Maret 2011 maka rencana pembangunan Rumah adat negeri Itawaka akan dilaksanakan setelah dilantik Panitia Pembangunan Rumah Adat negeri Itawaka yang akan diwakili oleh masing-masing Dati dan para tokoh masyarakat lainnya yang akan dibantu oleh anak Negeri Itawaka yang ada di Negeri Belanda.  
Mungkin inilah penjelasan mengenai Rumah Adat Maluku.
Suasana Rapat 13 Maret 2010


Baileo 




Selain itu, Baileo juga digunakan untuk menyimpan benda-benda yang dianggap suci atau benda-benda keramat peninggalan nenek moyang. Nama Baileo ini berarti balai, seperti fungsi utamanya yaitu sebagai balai bersama yang dipergunakan untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Masalah tersebut dibicarakan dengan serius untuk mendapatkan pemecahannya untuk mengatasi permasalahn tersebut. 

Ciri utama rumah adat ini adalah ukurannya yang besar dan memilik bentuk yang berbeda dibandingkan dengan rumah-rumah lain yang berada di sekitarnya. Baileo dibangun dengan bahan-bahan yang kuat. Di sekelilingnya dihiasai oleh banyak ornamen yang menarik, khas Maluku.

Suasana Rapat 13 Maret 2010
Rumah adat ini dirancang oleh kepala adatnya sendiri. Bangunan ini merupakan gedung  utama di Maluku. Sering dijadikan tempat untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat, baik acara adat maupun kemasyarakatan. Rumah adat ini terdiri dari beberapa bagian penting yang memiliki fungsi tertentu. Selain fungsinya, peletakan bagian-bagian dari Baileo ini juga memiliki filosofis khusus. 

Rumah adat pada bagian intinya dibuat tidak berdinding. Hal ini dimaksudkan agar roh nenek moyang dapat dengan leluasa untuk keluar atau masuk ke rumah adat Maluku ini.

Batu Pamali

Batu Pamali diletakkan di bagian depan untuk menandai bahwa bangunan tersebut adalah balai adat. Batu ini adalah batu yang berukuran besar yang memiliki fungsi untuk meletakan sesaji. Bilik pamali sendiri dipergunakan untuk menyimpan barang-barang yang dianggap sebagai benda suci.

Lantai Rumah

Lantai rumah di baileo ini dibuat lebih tinggi letaknya sebagai tempat untuk bersemayamnya arwah nenek moyang. Mereka memiliki kedudukan yang tinggi dibandingkan dengan rakyat Maluku pada umumnya. Selain itu juga sebagai simbol untuk musyawarah rakyat Maluku. 

Musyawarah dilakukan dari luar ke bagian dalam gedung. Dimulai dengan berdatangannya masyarakat setempat dari bawah ke atas. Ini menjadi bukti bahwa rakyat siwa-lima sudah mengenal adanya demokrasi sejak dahulu.








 









Selasa, 01 Maret 2011

Strategi Belajar SD II Itawaka


Sang Pemimpin
Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa indonesia adalah pendidikan. sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya dan mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Belajar adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan dalam proses penguasaan ilmu. Namun, sebelum dan dalam proses belajar itu sendiri ada yang harus dilakukan supaya suasana belajar kita jadi efektif. Sebelum mulai belajar, aturlah mood yang menunjang untuk belajar. Oleh karena itu pilih waktu, lingkungan dan sikap yang tepat. Misalnya kalau kita merasa lebih nyaman belajar di alam terbuka, yang pasti, tempat kita belajar harus mendukung supaya kita bisa betah belajar dan tidak terganggu.

Pembersihan Bambu
Proses belajar/mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatunya berarti, setiap kata, pikiran, tindakan, dan asosiasi dan sampai sejauh mana kita mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran, sejauh itu pula proses belajar berlangsung (Lozanov, 1978). Dalam hal ini pengaruh dari peran seorang pendidik sangat besar sekali. 

Pemasangan Kaso Rmh. Pombo
Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Karena Proses belajar-mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Peran guru dalam proses belajar-mengajar, guru tidak hanya tampil lagi sebagai pengajar (teacher), seperti fungsinya yang menonjol selama ini, melainkan beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor) dan manager belajar (learning manager). 

Pemasangan Tempat duduk
Menyadari akan faktor pendukung dalam proses belajar mengajar itulah diambil keputusan bersama antara Komite Sekolah dan para Dewan Guru beserta  para orang tua Murid SD Negeri II Itawaka dalam membangun tempat Belajar (Rumah Pombo) yang dilakukan di luar kelas, ini bertujuan untuk menciptakan suasana baru, sehingga para siswa tidak merasa bosan dan jenuh. 



Jumat, 21 Januari 2011

Toleng Toleng Natal Itawaka Sedunia 2010


Pembukaan NAIS 2010/Sum : JC Studio
Ketika gema Lonceng Natal Berbunyi ada sukacita, kebersamaan dalam orang basudara yang diwujudkan lewat kumpul saudara yang beda wilayah karena tapisah pulau dalam ungkapan syukur kepada Jesus Kristus Putra Natal. 

Menjadi kebiasaan tersendiri bahwa setiap Hari Natal warga Itawaka yang berdomisili di Ambon dan Seram sering kumpul bersama untuk merayakan Natal, namun ini berbanding terbalik bagi warga Itawaka yang berada di Pulau, Papua, Sulawesi, Jawa dan Kalimantan sampai ke Negara Belanda. 

Jakarta_Belang Team/Sum : Sonny Engko
Sebelum puncak perayaan Natal ada serangkaian Kegiatan yang dilakukan diantanya : Dayung Belang, Makan Patita, Tarik tambang dan Penghijaun yang diketuai oleh J. Lewerissa (IKWI-Jakarta), serta penandatanganan Prasasti NATAL PERTAMA ITAWAKA SEDUNIA sekaligus dilaksanakan Ibadah Puncak NAIS tanggal 29 Desember 2010 yang dilaksanakan dengan meriah dan gegap gempita di Lokasi Ewang Komplex SD Negeri I dan II Itawaka. Dalam perayaan NAIS 2010 turut pula hadir Gubernur Maluku Karel. A. Ralahalu, Ketua Sinode GPM John. Ruhulesin, Anggota DPR RI Michael Wattimena, Sonny Waplau, Tedy Tengko, Ketua DPD Gerindra H. Lewerissa dan Ketua DPD Kota Ambon Ph. Latumaerissa. 
Belanda_Paduan Suara/Sum : Sandy Papilaya
Sio basudara e,,,mari katong bakumpul di sini…jang ale dong bimbang, jang ale dong ragu deng hidop ini…Jang tunggu lama lai, mari katong baku pegang tangan, Tuhan surindu katorang BERSATU… Jang ale dong lupa Biar busu – busu biar kurang – kurang katong tetap orang sudara …..Labiar ale warna putih beta warna itam samua sama anak Negeri Itawka tercinta. 

Ada ungkapan Senang, Sedih karena uda puluhan tahun tidak pulang ke Itawaka tercinta, namun ada juga penyesalan selama NAIS 2010. Seberapa besarkah penyesalan itu ????????.....

Suka atau tidak suka dalam membangun Negeri Itawaka ini adalah tanggung jawab bersama, bukan karena kepentingan politi semata, sehingga mengabaikan prinsip utama dalam membangun Negeri Itawaka, Baca Kembali RENSTRA NEGERI ITAWAKA 2007-2012 apa yang dirumuskan dan apa yang harus dilaksanakan. Apa yang harus dimaknai dari NAIS 2010 yang telah berakhir bagi Itawaka kedepan ????. Apakah hanya hura-hura ataukah ajang dalam mencapai keinginan yang pada nantinya mengorbankan Negeri Itawaka sendiri. 

Masih terniang dalam ingat saya selaku anak negeri Itawaka pada tanggal 28 Desember 2006 ketika gema Restra Negeri Itawaka ditetapkan, namun apakah Visi dan Misi dalam membangun itawaka lima tahun kedepan dapat dilaksanakan dan bagaimana implementasinya di negeri Itawaka ataukah ini menjadi PR bagi Negeri Itawaka….?????


Keterbukaan dan Ketulusan Membangun Negeri yang diutamakan bukan KEPENTINGAN semata...

BERUBALAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU BAGI LEILISAL TERCINTA.....



John Alexis_Titawaka

Minggu, 12 Desember 2010

The Internasional Chrismas Of Itawaka 2010.

Kebersamaan dalam hubungan orang basudara adalah untaian kata yang indah yang akan dirasakan masyarakat/jemaat Itawaka yang akan merayakan Natal Itawaka Sedunia tahun 2010. Perayaan Natal Itawaka Sedunia merupakan komitmen anak Negeri Itawaka dalam membina hubungan orang basudara untuk laeng sayang laeng, laeng bantu laeng untuk tidak melupakan negeri Itawaka yang berada di seluruh dunia. Kepedulian dalam membangun negeri dan jemaat itawaka inilah yang mestinya dapat diaplikasikan dalam bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya Negeri Itawak ke depan melalui Reinstra Negeri Itawaka.

Bentuk kepedualian inilah yang menjadi dasar dalam Keputusan Sidang Jemaat GPM Itawaka yang ke 32 Tahun 2008, Sidang Jemaat GPM Itawaka yang ke 33 Tahun 2009 dan Sidang Jemaat GPM Itawaka yang ke 34 Tahun 2010, maka telah diputuskan untuk pelaksanaan NATAL ITAWAKA SEDUNIA bagi seluruh anak Negeri Itawaka/Leilisal dalam Sub Tema Natal “Semakin Kuatnya Kerukunan Anak Negeri Itawaka Se Dunia Dalam Satu Iman, Satu Gandong, yang Berkualitas, Tertib, Aman, Damai dan Sejahterah”

Untuk mendukung perayaan natal tersebut dibentuk panitia Natal Itawaka sedunia yang diketuai oleh  Drs.S.Wattimena,MS sebagai Ketua Umum Panitia Natal  Itawaka Sedunia 2010, Drs Herry.Janes Siahaya sebagai Ketua PLH Natal Itawaka Sedunia 2010 dan Pdt.Z,Chr.Sahetapy.STh,M.Si sebagai Panitia Pembantu/Support Team.
Berdasarkan rapat panitia Natal Itawaka Sedunia tanggal 1 Oktober 2010 yang dihadiri oleh seluruh perwakilan anak negeri Itawaka di tanah rantau, maka di ambil diambil suatu keputusan bahwa kegiatan Natal Itawaka Sedunia sebagai berikut :

A. PRA NATAL
  1. Pengobatan Masal, Minggu pertama bulan Desember  jam 08.00 Wit, Tempat : Kantor Negeri.
  2. Kebaktian Kebangunan Rohani ( KKR) Minggu pertama Bulan Desember jam 20.00 Wit, Tempat Halaman Gereja Maranatha Itawaka.
   B. NATAL.
  1. Penjemputan Warga anak Negeri Itawaka/Pencanangan Natal Anak Itawaka . Rabu 22/12/2010,Jam : Disesuaikan tempatnya.
  2. Olah raga
·         Pertandingan Gaplek Kamis 23/12/2010 jam : 10.00 Wit, Tempat :  Komp. Pasar Itawaka.
·         Lomba Belang Pela dan Antar wilayah
·         Lomba dayung perahu 2 orang perempuan Selasa  28/12/2010 jam : 08.00 Wit Tempat : Pantai Itawaka
  1. Jamuan Kasih, Minggu 26/12/2010 jam : 12.00 Wit.
  2. Karnaval anak pada perayaan Hut anak GPM hari/Tgl.
  3. Pagelaran Seni  Hari/Tanggal : Sda, Jam : 19.30 Wit, Tempat : Lapangan Bola.
  4. Seminar; Senin 27/12/2010 , jam 09.00 Wit,Tempat : Gedung Gereja Maranatha Itawaka
  5. Doa dan Pujian bagi Negeri Itawaka : Selasa 28/12/2010, Jam : 20.00 Wit; Tempat : Hal.Gereja Maranatha Itawaka.
  6. Penerimaan Tamu : Rabu 29/12/2010.
  7. Penandatanganan Prasasti : Rabu 29/12/2010; Jam : 14.00 Wit, Tempat : Hal.Gereja.
  8. Makan Patita : Rabu 29/12/2010; Jam : 14.30 Wit; Tempat  : Jln.Blkng mulai Lorong Baileo - Lorong Imanuel.
  9. Natal bersama Rabu 29/12/2010; Jam : 19.30.00 Wit.
  10. Lomba Pancing Ikan  : Kamis 30/12/2010 ;Jam : 09.00 - 12.00 Wit, Tempat : Pesisir Laut Labuhan Itawaka.
  11. Malam Badonci   : Kamis 30/12/2010; Jam : 20.00 Wit, Tempat : Komp.Pasar Itawaka.
C. URAIAN KEGIATAN.

1. Penjemputan anak negeri Itawaka dari tanah rantau.
Dimulai  Rabu, 22 Desember sampai dengan 24 Desember 2010. Tempat disesuaikan dengan rencana tiba anak negeri pada pelabuan Itawaka, Haria  dan sebagainya. Pada tanggal 22 Desember 2010 Pukul 16.00 WIT dilakukan Pencadangan kegiatan Natal Itawaka sedunia dimulai dengan pelepasan 3 ekor burung merpati dan balon gas.

2. Kegiatan  Olah Raga.
Kegiatan ini dilakukan dengan Gaplek dan Lomba belang. Kegiatan ini dimulai Kamis, 23 Desember 2010. Pertandingan gaplek bertujuan masing-masing peserta bertemu satu dengan yang lain dalam satu arena pertandingan ringan sekaligus melepaskan rindu sebagai orang bersaudara. Peserta lomba untuk kegiatan ini masing-masing wilayah mendelegasikan 3 pasangan untuk bertanding melawan peserta dari masing-masing sektor pelayanan. Lokasi pertandingan kompleks pasar lama. Selanjutnya Lomba Belang Pela dan antar wilayah. Kegiatan ini dimulai Sabtu, 28 Desember 2010. Jam 08.00 WIT. Peserta lomba adalah pela Portho  2 regu belang, Itawaka  2 regu belang. Teknis pengaturannya 1 belang 30 orang terdiri dari 15 orang dari pela Portho dan 15 orang dari  Itawaka. Lokasi Start mulai dari ….. dan finish  didepan Gedung Serba Guna (lorong sekolah lama). 

Lomba belang antar wilayah adalah perwakilan dari masing-masing wilayah, dari Jawa 1 Arumbai, Papua 1 Arumbai, Ambon 1 Arumbai,  Masohi,  Kairatu 1 Arumbai, Sulawesi, Sumatra, Kalimatan, Ternate dan Maluku Tenggara 1 Arumbai, Belanda, 1 Arumbai, Staf Pemerintah Negeri Itawaka dan Staf Majelis Jemaat Itawaka 1 Arumbai, Pengasuh dan Anak Remaja 1 Arumbai, Serta Guru( PGRI Anak Itawaka) 1 Arumbai  Tempat pelaksanaan yaitu  Star…..  finish didepan Gedung Serba Guna( di lorong sekolah lama) Jumlah rombongan dalam satu regu lomba 30 orang termasuk pukul tipa dan timba air. Lomba perahu 2 orang perempuan dewasa. Kegiatan ini dimulai Sabtu, 28 Desember 2010. Peserta lomba adalah perwakilan dari masing-masing wilayah. Untuk peserta yang mewakili jemaat dan negeri Itawaka dipercayakan kepada Wadah Pelayanan Perempuan, Pengasuh SMTPI dan unsur Pegawai Negeri yang ada di Itawaka. Tempat pelaksanaan yaitu start lokasi ujung tanjung namal dan finis lorong sekolah lama Itawaka.

Lomba Pancing Ikan dilakukan pada hari Kamis 30 Desember 2010 pukul 09.00 – 12.00 WIT bertempat di pesisir pantai Itawaka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membudayakan budaya para nelayan negeri Itawaka. Peserta lomba  dari masing-masing wilayah menyiapkan 3 regu pemancing (1 regu 2 orang), sedangkan yang mewakili Jemaat dan Negeri Itawaka dipercayakan kepada Wadah Pelayanan Laki-laki, Angkatan Muda GPM, Pengasuh SMTPI dan Koordinator Unit. Umpan untuk memancing menggunakan umpan tradisional (Lading, kumang dan hati ikan) tidak dibenarkan untuk mempergunakan alat-alat pancing modern dan umpan yang dimodifikasi. Kriteria pemenang adalah hasil penimbangan ikan yang dipancing.

3. Jamuan Kasih.
Dilaksanakan Minggu, 26 Desember 2010 pukul 12.00 - 13.00 WIT dan merupakan tanggung jawab Panitia Jakarta, teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Tempat pelaksanaan kompleks pasar lama.

4. Karnaval  HUT Anak Remaja GPM.
Direncanakan  Minggu, 26 Desember 2010 pukul 14.30 – 18.00 WIT. Bertujuan mensyukuri HUT Anak dan Remaja GPM. Peserta anak dari wilayah masing-masing diharapkan melengkapi busana anak sesuai dengan asal wilayah masing-masing. Penanggungjawab untuk kegiatan ini adalah Panitia Umum bersama dengan pengasuh SMTPI Jemaat Itawaka.

5.  Pagelaran Seni dan budaya.
Dilaksanakan Minggu, 26 Desember 2010 pukul 19.30 WIT bertempat di Lapangan Bola Itawaka. Tujuan dari kegiatan ini adalah menampilkan seni dan budaya yang dimiliki oleh anak-anak Negeri Itawaka sebagai suatu asset yang perlu dikembangkan serta dilestarikan. Peserta dari wilayah masing-masing diwajibkan menampilkan 2 (dua) karya seni.

 6. Seminar.
Direncanakan Senin, 27 Desember 2010 pukul 09.00 WIT. Materi seminar adalah
  1. Evaluasi Renstra dan Yayasan Pembangunan.
  2. Diskusi sejarah injil masuk di Itawaka.
  3. Upaya Pemberdayaan Ekonomi masyarakat local.
  4. Rencana strategis Pembangunan Itawaka  2011-2015
Pemakalah untuk seminar adalah semua anak negeri Itawaka yaitu 1 orang mewakili Jakarta, 2 orang mewakili Ambon dan 1 orang mewakili Papua.

7.  Pengobatan Massal.
 Dilaksanakan pada Minggu I Bulan Desember 2010 pukul 08.00 WIT bertempat di kantor Negeri Itawaka. bertujuan memberikan bantuan pengobatan secara Cuma-Cuma kepada masyarakat.

8. Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)
 Direncanakan terlaksanakan minggu I bulan Desember 2010 bertempat di halaman Gereja Maranatha, dalam rangka penguatan iman umat. 

9. Penerimaan Tamu dan Penandatanganan Prasasti Natal
Dilakukan tanggal 29 Desember 2010 bertujuan memberikan nuansa sukacita sekaligus menandatangani prasasti Natal Sedunia Negeri Itawaka ditengah-tengah jemaat.

10. Makan Patita
      Dilaksanakan tanggal 29 Desember 2010 pukul 14.30 WIT bertempat di jalan belakang mulai dari lorang Baileu sampai batas lorong Imanuel. Kegiatan ini bertujuan untuk mengikat tali persaudaraan anak-anak negeri Itawaka serta mengenang mama deng papa pung piara. Semua peserta makan patita diharapkan berpakaian Baju Cele yang bermakna budaya lokal tetap dilestarikan.

11. Ibadah Natal Bersama tanggal 29 Desember 2010, dengan susunan acara sebagai berikut : 
  1. Medley Paduan Suling Nafiri dan  paduan-paduan suara ( PS Masal,PS Jakarta, PS Jayapura, PS Sorong, PS Ambon, PS Masohi, PS Piru) lagu-lagu yang dinyanyikan disesuaikan dengan panggilan beribadah, pengakuan umat yang terpanggil, umat yang menyembah serta siap memperbarui diri.
  2. Tarian cakalele yang bernuansakan penjagaan terhadap negeri dan jemaat disertai dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana.
  3. Medley VG ( VG Kairos, VG Bahtera, VG Jakarta, VG Jayapura, VG Ambon ) lagu yang dikidungkan bermakna puji-pujian bagi Tuhan.
  4. Votum dan Salam oleh seorang Hamba Tuhan.
  5. Konser tarian berpaduan dengan paduan suara masal diiringi dengan tifa, totobuang dan kulit bia yang menggambarkan Allah dalam Yesus Kristus berkenan hadir dan menguduskan tempat Natal.
  6. Pembakaran lilin Natal yang diiringi oleh Paduan suara masal, dan solois. Pengaturan pembakaran lilin diatur sebagai berikut :
-          3 lilin induk oleh Raja,Pendeta  dan Ketua umum Panitia Natal.
-          10 lilin oleh Ketua-ketua Persekutuan Anak Itawaka dari masing-masing Wilayah.
-          3 lilin kecil yang terwakili orang tua, pemuda dan anak.
-          Pujian VG Kairos
  1. Tarian Cakalele untuk mengantar pembacaan firman Tuhan.
  2. Puisi berbalasan oleh 3 anak negeri (diwakili oleh wilayah Jayapura).
  3. Refleksi Natal oleh seorang Hamba Tuhan.
  4. Pujian oleh VG Bahtera.
  5. Gerak, tari dan lagu mengiringi persembahan syukur Natal.
  6. Doa persembahan syukur dalam bentuk lagu dinyanyikan solo (perwakilan wilayah Ambon).
  7. Pujian Medley Trio ( Jakarta, Ambon, Masohi)
  8. Doa Syafaat.
  9. Pujian Jemaat dipandu oleh Paduan suling Nafiri.
  10. Umat  siap menerima berkat.
  11. Kesan dan Pesan Natal oleh Bung Michael Wattimena.
  12.  Kesan dan Pesan Natal : Pembina /Walikota Ambon.
  13. Kesan dan Pesan oleh  Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku.
  14. Pesan dan Pesan  oleh Gubernur Maluku.
12.  Malam Badonci

Dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 20.00 WIT bertempat di Kompleks pasar lama dan bertujuan untuk mengenang budaya Maluku. Busana yang digunakan adalah Kebaya Dansa bagi laki-laki serta Kebaya Doryas Putih untuk perempuan.

13.  Doa dan Pujian Bagi Negeri Itawaka
        Dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2010 pukul 20.00 WIT bertempat di halaman  Gereja Maranatha dan bertujuan membangkitkan semangat kebersamaan sebagai anak negeri untuk hidup berdampingan secara damai guna mewujudkan Itawaka sebagai desa yang diberkati oleh Tuhan.

 Sumber Natal Itawaka Sedunia Tahun 2010